Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2025 | Inovasi untuk Masa Depan

Suasana pembukaan Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM

YOGYAKARTA, 4 Desember 2025 – Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada bersama Science Techno Park (STP) UGM sebagai co-host sukses menyelenggarakan Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2025. Digelar pada 4–5 Desember 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, konferensi internasional ini kembali menegaskan komitmen UGM dalam mendorong inovasi teknologi yang berkelanjutan, berdampak, dan relevan dengan tantangan industri global.

Mengusung tema “Sustainable Technology for Future Earth”, GIFTS 2025 menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, investor, serta inovator muda dalam satu ekosistem kolaboratif. Forum ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni showcasing untuk menampilkan inovasi nyata, exploring untuk memperluas gagasan dan wawasan, serta empowering untuk memperkuat kapasitas talenta dan institusi.

Sejumlah tokoh nasional dan mitra global hadir dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara GIFTS 2025. Di antaranya Staf Khusus Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdiktisaintek Oki Earlivan Sampurno, Wakil Rektor UGM Dr. Danang Sri Hadmoko, Plt. Direktur Pengembangan Usaha UGM Prof. Sang Kompiang Wirawan, serta Direktur Utama GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini. Dari mitra internasional, hadir pula perwakilan NUS Enterprise dan Tsinghua University Southeast Asia Center yang turut memperkaya perspektif global dalam pengembangan inovasi berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, GIFTS 2025 menghadirkan berbagai sesi strategis, termasuk plenary session dan panel session yang membahas peran kebijakan, industri, dan universitas dalam merancang masa depan teknologi berkelanjutan. Forum ini juga menjadi ruang dialog untuk mendorong perubahan kerangka pikir inovasi, dari yang semula berfokus pada dampak akademik, menuju dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. “Publikasi dan riset di kampus tentu penting, tetapi yang ingin kita dorong adalah bagaimana riset tersebut dapat menghasilkan social impact dan economic impact bagi masyarakat,” ujar Oki Earlivan Sampurno dalam salah satu sesi diskusi.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat hilirisasi inovasi, GIFTS 2025 turut menghadirkan pameran inovasi yang menampilkan produk, prototipe, dan layanan teknologi berkelanjutan dari 43 mitra industri dan startup. Pameran ini memberikan gambaran langsung mengenai potensi inovasi yang siap dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi riset, industri, dan pendanaan. Wakil Rektor UGM Dr. Danang Sri Hadmoko menegaskan bahwa GIFTS merupakan forum strategis untuk memperluas jejaring global dan mendorong pengembangan riset yang berdampak luas dan bertanggung jawab. “Dengan tema yang diusung, kami berharap GIFTS dapat memperkuat ekosistem inovasi UGM sebagai katalisator lahirnya inovasi dan startup yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain sesi diskusi dan pameran, GIFTS 2025 juga menggelar berbagai workshop penguatan kapasitas, salah satunya terkait strategi pitching dan pengembangan kemitraan strategis. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis agar inovasi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan industri dan pasar. Sebagai wujud pilar empowering, GIFTS 2025 turut menyelenggarakan Business Idea Competition bertema “Sustainable Technology for Future Earth”. Kompetisi ini berhasil melahirkan inovator muda berprestasi, dengan Zaki Ramadhan dari Institut Teknologi Sumatera sebagai pemenang kategori mahasiswa dan Ahmad Fadil Rizki dari SMA Negeri 1 Lamongan sebagai pemenang kategori pelajar.

Pada penyelenggaraan tahun ini, GIFTS 2025 juga menjadi momentum penguatan kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara UGM dengan 9 venture capital dan lembaga pendanaan investasi, 5 asosiasi, serta 29 mitra dari unsur pemerintahan dan industri. Penandatanganan ini sekaligus menandai penguatan sinergi antara GIK dan UGM Science Techno Park sebagai ecosystem builder for innovation, startup, and venture, yang diharapkan mampu mendorong lahirnya platform kolaborasi yang lebih terintegrasi dan kompetitif secara global.

Sebagai penutup rangkaian sesi formal, pada GIFTS 2025 GIK UGM turut menghadirkan soft launching aplikasi Hii Geek yang diperkenalkan pada hari pertama penyelenggaraan. Aplikasi ini dikembangkan sebagai platform pendukung ekosistem GIK yang dapat diakses oleh publik, dengan tujuan memperkuat konektivitas, kolaborasi, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem inovasi. Kehadiran Hii Geek diharapkan dapat menjadi medium digital yang menjembatani interaksi antara inovator, industri, akademisi, dan masyarakat dalam pengembangan inovasi berkelanjutan.

Rangkaian GIFTS 2025 tidak hanya berlangsung pada sesi-sesi formal di siang hari. Pada malam harinya, Student Center GIK UGM menjadi ruang ekspresi dan kebersamaan melalui Exclusive Concert GIFTS 2025 yang menghadirkan Olski, Fanny Soegi, dan Banda Neira. Keesokan harinya, rangkaian acara dilanjutkan dengan pameran inovasi yang kembali membuka ruang interaksi antara inovator, industri, dan masyarakat untuk melihat secara langsung masa depan teknologi berkelanjutan.

Melalui GIFTS 2025, UGM menegaskan perannya sebagai pusat kolaborasi inovasi yang tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mendorong terwujudnya solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan dan kemajuan bangsa.

Ingin tahu lebih lanjut? Klik tombol untuk melihat postingan di Instagram!

Bantu orang lain tahu juga share artikel ini