Inovokasia 2025 Hadir di GIK UGM, Wujud Kolaborasi Kreatif untuk Keberlanjutan

Suasana pameran Inovokasia 2025 di ruang utama Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM dengan beberapa peserta dan stan pameran yang menampilkan karya inovasi vokasi bertema Creative Sustainability.

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) bersama Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM kembali menghadirkan ajang inovasi tahunan Inovokasia 2025 dengan tema Creative Sustainability. Acara ini berlangsung pada 22–23 September 2025 dan terpusat di GIK UGM, yang menjadi panggung utama kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi, industri, pemerintah, dan komunitas dalam mendorong inovasi berkelanjutan.

Direktur GIK UGM, Dr. Alfatika Aunuriella Dini, mengatakan bahwa Inovokasia sudah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Ia menegaskan komitmen GIK untuk terus menghadirkan kegiatan berkualitas yang menekankan sinergi lintas sektor. “Inovokasia bukan sekadar acara pameran, tapi ruang untuk membangun kolaborasi nyata,” ujarnya.

Tahun ini, Inovokasia menampilkan rangkaian kegiatan yang memadukan keahlian vokasional dengan kreativitas serta pemberdayaan komunitas. Selain pameran produk inovasi vokasi, para pengunjung juga dapat mengikuti job fair dan lokakarya interaktif yang melibatkan 24 perusahaan dan industri. Menurut Alfatika, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa GIK UGM terus menjadi wadah strategis bagi ide-ide inovatif untuk tumbuh dan berdampak.

Tiga perwakilan UGM berfoto bersama dalam momen penyerahan simbolis tanaman saat pembukaan Inovokasia 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta.

Empat sesi lokakarya yang digelar di GIK UGM menghadirkan dosen, praktisi, dan alumni yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda vokasi untuk menghadirkan solusi kreatif bagi masyarakat.

Sementara itu, Pameran Inovasi Vokasi menampilkan 26 karya unggulan dari berbagai institusi pendidikan vokasi, mulai dari Sekolah Menengah Kejuruan hingga perguruan tinggi. Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, menyebut bahwa pameran di GIK UGM ini menjadi titik temu antara ide kreatif dan peluang industri. “Tanpa keterlibatan industri, kita hanya melangkah dengan satu kaki. Kolaborasi inilah yang membuat langkah kita lebih kuat,” tuturnya.

Agus juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan jumlah mahasiswa vokasi agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Ia menilai pola pikir dan pola kerja harus seimbang agar lulusan vokasi siap menghadapi tantangan nyata. “Kita butuh lebih banyak talenta vokasi yang tidak hanya terampil, tapi juga memiliki visi keberlanjutan,” tambahnya.

Peserta dan pengunjung memadati area job fair Inovokasia 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan dan lembaga industri.

Sebagai penutup rangkaian acara, Dialog Publik di GIK UGM mempertemukan akademisi, praktisi industri, pemerintah, dan komunitas. Forum ini menjadi ajang untuk merumuskan strategi pengembangan pendidikan vokasi yang kreatif dan berdaya saing. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menegaskan bahwa Inovokasia 2025 merupakan bagian dari proses panjang inovasi vokasi yang digagas UGM.

“Melalui GIK, kami ingin membentuk ekosistem di mana lulusan vokasi tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga menciptakan solusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Dengan penyelenggaraan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Inovokasia 2025 menjadi bukti nyata komitmen UGM dalam membangun ruang kolaborasi kreatif yang menyiapkan generasi vokasi berdaya saing global dan berkontribusi bagi keberlanjutan bangsa.

Bantu orang lain tahu juga share artikel ini

Ingin tahu lebih lanjut? Klik tombol untuk melihat postingan di Instagram!