Jasindo Smartpreneur Academy 2026 di GIK UGM Bekali 60 UMKM dengan Strategi AI dan Branding
Asuransi Jasindo menggelar Jasindo Smartpreneur Academy 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada Kamis (24/9/2026). Program pelatihan UMKM berbasis AI dalam bentuk seminar dan workshop ini diikuti 60 pelaku UMKM binaan Jasindo dengan tema “Strategi AI, Branding, dan Ketangguhan Bisnis untuk UMKM Mandiri”.
Peserta mendapat materi tentang praktik usaha berkelanjutan, penyusunan kinerja berbasis sustainability report, pemanfaatan AI untuk konten, operasional, dan pemasaran, strategi optimalisasi penjualan digital, serta literasi asuransi dan manajemen risiko. Peserta juga berlatih langsung dengan memakai produk UMKM masing-masing.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan peran UMKM bagi perekonomian. “UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri,” ujarnya. Soal AI, ia mengingatkan, “Teknologi itu tetaplah alat. Yang menentukan teknologi dapat digunakan secara maksimal dan membawa arah usaha mereka tentunya kembali ke manusia itu sendiri.”
Sesi diisi sejumlah praktisi dan akademisi, yaitu Miranda Syevira (praktisi pemberdayaan masyarakat berbasis SDGs), Bayu Damar Sungkowo (praktisi teknologi dan Founder RESAPI.ID), Bonang Setoaji (Founder dan Owner Bons Fabriek), serta Dr. Dewi Cahyani Puspitasari (dosen Sosiologi FISIPOL UGM).
Pengamat dan praktisi AI dari Kitiran Pelangi Foundation, Sabrang Mowo Damar Panuluh, memaparkan pemanfaatan AI untuk pengembangan bisnis UMKM. “Nggak ada yang namanya usaha menyenangkan, pasti berat,” katanya.
Kegiatan di GIK UGM ini menjadi ruang belajar bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi tanpa melepaskan sisi manusiawi usaha mereka.