GIK UGM Jadi Mitra Strategis France–Indonesia Innovation Year 2026
Yogyakarta, 16 Desember 2025 — Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) menjadi salah satu mitra strategis Pemerintah Prancis dalam kerangka France–Indonesia Innovation Year 2026, sebuah inisiatif kolaborasi bilateral yang menyoroti 21 topik strategis, termasuk ekonomi kreatif, pengembangan talenta, seni, dan budaya. Kolaborasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis di Jakarta (16/12), yang secara resmi meluncurkan tema-tema kolaborasi utama France–Indonesia Innovation Year 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat kerja sama lintas negara melalui pendekatan inovasi, kreativitas, dan pertukaran pengetahuan antara kedua negara.
Sebagai mitra strategis, GIK UGM akan berperan aktif dalam pengembangan berbagai program kolaboratif yang berfokus pada inovasi ekonomi kreatif, seni, budaya, dan estetika. Kolaborasi ini melanjutkan kemitraan yang telah terjalin sejak tahun 2025, di mana GIK UGM dan Pemerintah Prancis bekerja sama dalam penyelenggaraan Global EduFair melalui partisipasi European Higher Education Fair (EHEF). Pada kesempatan tersebut, Campus France bersama 21 perguruan tinggi asal Prancis menjadi delegasi universitas terbanyak yang berpartisipasi.
Memasuki tahun 2026, GIK UGM dan Pemerintah Prancis akan mengintensifkan kerja sama melalui sejumlah inisiatif strategis, antara lain: Ko-kreasi pameran seni kontemporer antara seniman, galeris, dan kurator Prancis bersama mitra Indonesia di Galeri Bulaksumur GIK UGM. Kolaborasi dalam Jakal Design Week 2026 pada Agustus 2026, dengan keterlibatan desainer, seniman, dan performer dari Prancis. Keterlibatan perguruan tinggi internasional (Higher Education Institutions/HEIs) sebagai mitra kolaborator dalam Global EduFair 2026. Pengembangan program Talent Development bersama industri-industri Prancis yang beroperasi di Indonesia. Pembukaan program magang internasional bagi mahasiswa asal Prancis melalui skema kerja sama bilateral, termasuk residensi akademik selama satu semester di GIK UGM.
Dalam kesempatan tersebut, GIK UGM juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prancis atas kesempatan yang diberikan kepada Direktur GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, untuk berpartisipasi dalam Future Leaders Invitation Programme (PIPA) 2026. Alfatika terpilih di antara lebih dari 300 profesional muda dan menjadi bagian dari maksimal 75 peserta internasional yang diundang setiap tahun oleh Kementerian Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis. Program kepemimpinan yang dirancang secara khusus (tailor-made) ini memberikan pemahaman mendalam mengenai Prancis melalui kunjungan lapangan serta pertemuan tingkat tinggi yang relevan dengan bidang dan proyek para peserta.
“Kesempatan berpartisipasi dalam PIPA 2026 akan saya manfaatkan untuk memperluas jejaring GIK UGM di tingkat global. Program ini menjadi ruang belajar langsung dari ekosistem terbaik, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan ekosistem inovasi dan kreativitas di Prancis. Ke depan, kami menargetkan peluncuran program kolaboratif bersama, pengembangan model kurasi dan residensi berbasis creative–tech, serta penguatan jejaring inovasi dan kewirausahaan mahasiswa sebagai ekosistem kolaboratif lintas negara,” ujar Alfatika, Direktur GIK UGM.
Konferensi pers ini dipandu langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan menghadirkan sejumlah pembicara eksternal, antara lain Presiden Asosiasi Game Indonesia, Vice President Konservasi Indonesia, Direktur GIK UGM, perwakilan France Tech Industry, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie. Melalui kemitraan strategis ini, GIK UGM menegaskan komitmennya sebagai simpul kolaborasi global yang menjembatani dunia akademik, industri, seni, dan kebijakan publik dalam mendorong ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan.