Re-Chain
Recycle Keychain
Bukan akhir dari sampah, tapi awal dari nilai baru.
Apa itu Re-Chain??
Re-Chain adalah inisiatif dari GIK UGM yang mengubah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci melalui proses daur ulang berbasis teknologi 3D printing.
Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa sampah plastik tidak harus berhenti sebagai limbah. Dengan proses yang tepat, plastik bekas bisa diolah kembali, diberi desain baru, dan hadir sebagai produk yang fungsional serta bernilai.
Melalui Re-Chain, pengunjung GIK diajak melihat langsung perjalanan sebuah botol plastik, dari dibuang, diproses, hingga kembali menjadi sesuatu yang bisa digunakan dan dibawa pulang.
Bagaimana Proses Re-Chain Berjalan?
Lihat bagaimana sampah plastik dapat diubah menjadi produk ramah lingkungan
1. Tempat Sampah di GIK UGM
Semua dimulai dari botol plastik bekas minuman yang dikumpulkan di tempat sampah khusus botol plastik di area GIK.
Di tahap ini, botol tidak dianggap sebagai sampah akhir, tetapi sebagai bahan baku.
2. Diolah Menjadi Filamen
Botol plastik yang terkumpul kemudian dipilah dan dibersihkan.
Setelah itu, plastik dilelehkan dan diproses ulang menjadi filamen, yaitu bahan dasar yang digunakan dalam mesin 3D printing.
3. Modelling 3D
Filamen daur ulang dipadukan dengan desain digital 3D.
Desain ini disiapkan khusus agar bisa dicetak dengan efisien sekaligus merepresentasikan identitas dan semangat kreativitas GIK UGM.
4. Proses 3D Print
Desain dicetak menggunakan printer 3D.
Filamen hasil daur ulang dipanaskan dan dicetak lapis demi lapis hingga membentuk gantungan kunci secara utuh.
5. Produk Jadi
Hasil akhirnya adalah gantungan kunci Re-Chain.
produk kecil yang membawa cerita tentang proses, pilihan, dan upaya mengurangi sampah plastik melalui pendekatan kreatif.
Setiap botol plastik punya pilihan.
Dibuang begitu saja
Atau diproses kembali menjadi sesuatu yang berguna.
GIK UGM memilih opsi yang kedua.
Re-Chain
Recycle Keychain
Bukan akhir dari sampah, tapi awal dari nilai baru.
Apa itu Re-Chain??
Re-Chain adalah inisiatif dari GIK UGM yang mengubah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci melalui proses daur ulang berbasis teknologi 3D printing.
Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa sampah plastik tidak harus berhenti sebagai limbah. Dengan proses yang tepat, plastik bekas bisa diolah kembali, diberi desain baru, dan hadir sebagai produk yang fungsional serta bernilai.
Melalui Re-Chain, pengunjung GIK diajak melihat langsung perjalanan sebuah botol plastik, dari dibuang, diproses, hingga kembali menjadi sesuatu yang bisa digunakan dan dibawa pulang.
Bagaimana Proses Re-Chain Berjalan?
Lihat bagaimana sampah plastik dapat diubah menjadi produk ramah lingkungan
1. Tempat Sampah di GIK UGM
Semua dimulai dari botol plastik bekas minuman yang dikumpulkan di tempat sampah khusus botol plastik di area GIK.
Di tahap ini, botol tidak dianggap sebagai sampah akhir, tetapi sebagai bahan baku.
2. Diolah Menjadi Filamen
Botol plastik yang terkumpul kemudian dipilah dan dibersihkan.
Setelah itu, plastik dilelehkan dan diproses ulang menjadi filamen, yaitu bahan dasar yang digunakan dalam mesin 3D printing.
3. Modelling 3D
Filamen daur ulang dipadukan dengan desain digital 3D.
Desain ini disiapkan khusus agar bisa dicetak dengan efisien sekaligus merepresentasikan identitas dan semangat kreativitas GIK UGM.
4. Proses 3D Print
Desain dicetak menggunakan printer 3D.
Filamen hasil daur ulang dipanaskan dan dicetak lapis demi lapis hingga membentuk gantungan kunci secara utuh.
5. Produk Jadi
Hasil akhirnya adalah gantungan kunci Re-Chain.
produk kecil yang membawa cerita tentang proses, pilihan, dan upaya mengurangi sampah plastik melalui pendekatan kreatif.